Surat Untuk Nduk (2)

Berhenti mengetikkan kata melalui daring,
Kosong, tak berkomunikasi.
Tak ada tanda-tanda keberadaan.
Seolah hilang, sekali bersua, memberikan pesan.
Aku ada disini..dan aku lebih baik !

Tersembunyi dibalik manekin yang tanpa rupa
Didalamnya terus berlari dan berdoa
Berharap pada langit layaknya para pendoa
Mencoba menegakkan diri diantara sandaran, dengkuran manusia

Menemani sepi yang sedang kesepian.
Agar bisa kudengar isi dari cerita si malam.
Ketika sepi sudah beranjak, waktunya aku pergi
Aku juga punya hidup hari ini, pagi, siang, sore ini..

Akan kutemani lagi…
kamu, si sepi yang kesepian di 1/3 malam nanti
Mencoba pergi meskipun sebenarnya masih berada,
sampai sudah merasa, bahwa sudah waktunya.
Tapi kamu tak mungkin tidak aku lewati..
Karena kamu berada di antara sepi dan gelap
Aku masih bisa memilih,
Menikmatimu dengan dengkuran, Atau bangun dan melafalkan Syair-syair Tuhan.

 

CGK, 26 JULI 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *