CGK, 22/05/2017 Awal minggu yang sepertinya sudah melelahkan, entah kenapa terasa banyak sekali beban yang kian terbawa, yang bikin sulit bebannya bukan dipundak, namun ada di otak. entah sudah berapa upgrade processor dan upgrade Ram otak saya ini, alhamdulillah masih diberikan kelancaran berfikir meskipun sering kelewat mikir.
Saya sejenak ngobrol dengan rekan sesama alumni, dan saya terbesit suatu pikiran. tak mudah juga menjalani profesi seperti saya ini, menjad buruh teknologi untuk 4 Perusahaan sekaligus, jadi saya bekerja sebagai perancang websitenya, servernya dari 1 PT ke PT yang lainnya dalam satu perusahaan Group ini, dan saat ini nyaris 4 PT saya jadi buruh teknologinya disini.
Dulu awalnya saya mengeluh dan sempat putus asa, karena pekerjaan disini cukup banyak, apalagi saya seorang buruh teknologi seorang diri disini. apapun permasalahan saya hadapi dengan jantan, dari mulai kebutuhan kerjasama hingga kebutuhan ngoding juga saya jalani. namun, ada perasaan sedikit capek akhir-akhir ini, entah apa yang saya rasakan, namun rasa capek ini muncul seperti rasa bosan.. saya berfikir lagi, pekerjaan saya ini pekerjaan yang membutuhkan multitasking yang tinggi, kecermatan dan ingatan yang akurat, namun saya bisa menjalani dengan maksimal, memang latihannya sudah cukup lama menjadi seorang multitasking seperti ini.
Hanya saja, saya merasakan.. sudah waktunya saya berhenti untuk membuat otak saya seperti berjalan running dengan task yang banyak ini. saya bersyukur disini saya belajar banyak hal yang sangat berharga, diantaranya saya bisa belajar mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, padahal dulunya saya belum bisa.
Selesai pulang kantor, rasa capek tak kunjung hilang, karena yang membuat rasa capek hilang juga ga ada, tapi mau gimana lagi, saya terlahir dan generasi pejuang. saya tau ini kondisi tersulit dalam hidup saya, namun jika saya belajar dari para pejuang bangsa ini, apakah para nenek moyang dulu menyerah pada saat kondisi sulit dimedan pertempuran ? Saya yakin, mereka tidak menyerah, jika mereka menyerah Indonesia tak akan jadi negara merdeka seperti ini. memang saya akui tak mudah untuk memotivasi diri sendiri, namun ketika saya lelah, saya teringat suatu doa yang diutarakan oleh nabi Musa AS, yaitu doa yang menyatakan bahwa :
Ya Allah, hanya kepada Engkau aku berkeluh kesah,
Hanya kepada Engkau aku meminta pertolongan,
Tidak ada daya dan upaya, kecuali atas izin pertolongan Engkau..
Saya sangat tertarik dengan kalimat itu, disitulah wujud kita sebagai manusia mengakui, bahwa tempat berkeluh kesah hanyalah kepada Allah, disisi lain, tempat meminta pertolongan hanya kepada Allah, karena dia mengakui Bahwa tanpa Allah kita bukan siapa-siapa, kita bukan apa-apa.
Ya, semoga dengan kutipan doa tersebut, tak ada lagi kata menyerah, karena yakin bahwa Allah menolong kita. Amin
