Suatu saat, kita seusia yang masih mudah sering mengalami hal-hal yang belum pernah kita temui. yang bisa dijanjikan oleh anak muda baru seusia 20 keatas adalah, masa depan dan semangat untuk mencapai itu.
Lalu saya mulai menemui banyak hal yang saya belum tau sebelumnya, saya anggap itu kuliah dari Alam, yang mana saya selalu diberikan materi setiap hari dan mendapatkan ujian setiap waktu. yap.. memang kuncinya sabar.
Dulu, tepat beberapa tahun yang lalu ketika saya masih merasakan kuliah di kota hujan, saya menjadi seorang yang Gila tentang mimpi, Gila tentang seni, dan Gila tentang ambisi yang akan saya capai disini. saya berfikir satu hal waktu itu, apakah itu ? ya.. mumpung saya disini, dekat dengan ibukota saya harus jadi orang sukses. yap itulah yang ada dibenak saya waktu itu, tanpa berfikir apapun. dimulailah dari mimpi saya waktu SMA, yaitu membuat lagu band kami terkenal dan diterima di label musiknya Ahmad Dhani waktu itu. Dari ambisi itulah, saya dan rekan saya nekat untuk menelusuri ibukota, khususnya mengunjungi label rekaman yang ada dijakarta satu persatu, dengan membawa kaset VCD rekaman kami, Konyol ? Norak ? memang… tapi setidaknya kami dulu berani berangkat.
Lambat sudah waktu berlalu, tak ada jawaban, gantilah ke topik yang lain yaitu mulai unjuk gigi diacara kampus terutama acara musik waktu itu. kami mencoba memasuki dunia anak-anak gaul yang seperti ini. hasilnya apa ? yapp … gaya-gayaan kesana kemari, main band sampe akhirnya bisa satu panggung sama bondan prakoso, namun ipk jeblok ! Fail.. itu kesalahan saya, yang terlalu mengentengkan kuliah dan terlalu mengejar mimpi.
Hal tersebut, memang tidak baik dan seharusnya tidak seperti itu jika saya dulu jadi orang yang kutubuku, sayangnya saya dulu lebih dikenal sebagai orang yang sering dipanggung dan populer kreatif daripada orang yang kutu buku seperti sekarang ini (sekarang lebih rajin karena alih profesi). hehe
Dari panggung kepangguna, akhirnya yang pentas terakhir saya bertemu dengan seorang wanita, yang buat saya tertarik untuk mengajaknya manggung bersama, sebut saja DIA. dia merupakan wanita yang berbeda, entah kenapa saya tertarik dengannya, dia seperti membawa magnet dan membuat saya selalu ingin bicara dengannya.
lama-lama saya suka dengan dia, saya sayang dengan dia.. dari situlah sku sering mengantarnya pergi kemana-mana, makan bersama. hingga sampai sudah lama kita akrab.
Namun setelah tahun ketiga, saya membuat kesalahan dihari ulang tahunnya, kesalahan saya waktu itu adalah pekerjaan yang membuat saya menyibukkan diri dan yang paling parah, saya tidak tepat datang diwaktu yang seharunya.. dari situlah saya sangat menyesal, meskipun DIA berkata tidak apa-apa namu tetap saja, sampai detik ini rasa bersalah ini masih ada dan sangat membebani.
Aku hanya bisa selalu berdoa untuk saat ini, semoga dia juga selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan apapun yang terbaik buat dia, apa yang bisa kita lakukan jika orang yang kita sayang kecewa. tentunya kamu akan sangat merasa bersalah, tentunya kamu akan bilang ” Saya memang bersalah, saya minta maaf… “.
Selain itu apa lagi ? apa ? Entahlah.. Allah lebih tau isi hati seseorang hambanya, Allah yang memegang hatinya.
