Post week 2 – Pengembangan Sistem Informasi #1 Jelaskan mengenai perbedaan dari Traditional dan Object-Oriented Approach?

Information engineering is a refinement to structured development that begins with overall strategic planning to define all of the information systems that the organization needs to conduct its business (the application architecture plan). The plan also includes a definition of the business functions and activities that the systems need to support, the data entities about which the systems need to store information, and the technological infrastructure that the organization plans to use to support the information systems.

by Bapak Andy

 

Pendapat ke#2

Pengenalan tentang “Object-Oriented Systems Analysis and Design Approach”

Pada kesempatan ini, saya akan membahas mengenai salah satu pendekatan dalam melakukan pengembangan Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engenering), yaitu pendekatan yang dinamakan“Object-Oriented Systems Analysis and Design” atau disingkat dengan OOSAD.

Mungkin kita sudah sering mendengar tentang metodologi-metodologi untuk melakukan pengembangan rekayasa perangkat lunak, seperti:System Development Life Cycle atau juga disebut dengan metodologiWaterfall; Rapid Appication Development (RAD); dan Agile Development (Extreme Programming).

Tujuan semua metodologi pegembangan sistem di atas adalah sama, yaitu membuat perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan (requirements) pengguna. Seiring dengan perkembangan zaman, dunia bisnis saat ini tidak dapat dipisahkan lagi dari kebutuhan TI, khususnya perangkat lunak. TI tidak lagi dipandang hanya sebagai pendukung, akan tetapi TI telah dianggap bagian strategi bisnis, yaitu menjadi garis depan layanan bagi konsumen. Dengan kata lain, kebutuhan pengambangan perangkat lunak sudah semakin kompleks. Oleh karena tuntutan tersebut, diperlukan suatu cara pengembangan sistem informasi untuk mengatasi kompleksitas kebutuhan.

Dari semua metodologi yang sudah saya sebutkan di atas (traditional approaches), saat ini sudah semakin tidak relevan menggunakan semua methodologi tersebut untuk mengatasi kompleksitas sistem. Sehingga dibutuhkan suatu pendekatan baru, maka muncullah suatu pendekatan yang disebut “Analisis dan Desain Sistem Berbasis Object”. Perbedaan mencolok antara pendekatan tradisional dengan pendekatan berorientasi object terletak pada saat dilakukannya pendekomposisian permasalahan. Pada pendekatan tradisional, permasalahan didekomposisikan menjadi proses, yaitu process-centricatau data-centric. Pada saat memodelkan real-world system, kenyataanya proses dan data merupakan dua komponen yang sangat berkaitan, sehingga kita akan kesulitan untuk memilih salah satu yang menjadi fokus utama racangan.

OOSAD berusaha menyeimbangkan antara proses dan data dengan cara memfokuskan dekomposisi dari permasalahan-permasalahan menjadi object-object yang di dalamnya terkandung data dan proses-proses. Sehingga diharapkan, kesenjangan keterfokusan antara data atau proses dapat dihindari, dan memudahkan kita untuk memecahkan kompleksitas permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil cakupan permasalahannya.

Menurut Grady Booch, Ivar Jacobson, dan James Rumbaugh, pengambangan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan OOSAD harus mengikuti beberapa hal berikut, yaitu:

1. Use-Case Driven
Maksud dari use-case driven adalah, bahwa use cases merupakan alat pemodelan utama untuk mendefinisikan perilaku dari sistem. Use casesdigunakan untuk mengidentifikasi dan mengkomunikasikan kebutuhan-kebutuhan sistem dengan semua programmer yang bertugas menulis code program.

2. Architecture Centric
Maksud dari architecture-centric adalah, bahwa pembangunan arsitektur sistem informasi harus didasarkan pada spesifikasi, konstruksi, dan dokumentasi dari sistem. Arsitektur tersebut setidaknya harus mendukung tiga sudut pandang, yaitu:

  • Sudut pandang fungsional: merupakan tingkah laku eksternal dari sistem menurut perspektif pengguna.
  • Sudut pandang statis: merupakan struktur dari sistem yang terdiri dari: atribut, method, kelas, dan relationship.
  • Sudut pandang dinamis: merupakan tingkah laku internal sistem yang berupa lintas pertukaran pesan antar object.

3. Iterative and Incremental
Maksud dari iterative and incremental adalah, bahwa aktifitas analisis dan desain sistem informasi dilakukan secara iterasi (berulang) dan berkesinambungan (sedikit-demi-sedikit). Tujuannya adalah untuk memudahkan development untuk melakukan continuous testing dan perbaikan-perbaikan selama proyek berlangsung.

Mungkin demikian pembahasan saya tentang pengenalan pendekatan OOSAD. Mudah-mudahan penjelasan di atas berguna bagi kita semua.

Sumberhttp://fauzioke2003.blogspot.co.id/2009/08/pengenalan-tentang-object-oriented.html
Refrensi lainnya :
https://id.scribd.com/doc/29034833/Perbandingan-metode-Tradisional-dan-Object-Oriented-pada-Analisis-dan-Design-Sytem

One Comment

  1. Dear bapak andy dan rekan-rekan,

    menurut pendapat saya,
    Perbedaan dari traditional approaches dan object-oriented approaches terletak pada bagaimana pendeskripisian, proses, alur pembuatan suatu sistem informasi.

    Traditional approaches : melakukan sebuah pendekatan untuk pembuatan sistem informasi dengan cara proses bertahap seperti metode SDLC terdapat analisis, kebutuhan sistem, design, sampai dengan Implementasi namun tanpa memperhatikan detail object.
    sedangkan untuk Object Oriented Approaches : proses yang dilakukan lebih detail lagi, karena setiap alur pembuatan sistem sangat memperhatikan object yang akan dibuat, untuk apa fungsi object tersebut, setelah itu di analisa dan di implementasi sesuai tujuan awal pembuatan sistem informasi tersebut.

    Dengan metode Object Oriented Approaches, suatu sistem akan lebih jelas setiap fungsinya, bisa diartikan lebih tepat sasaran jika digunakan
    untuk membangun suatu sistem informasi untuk masyarakat/kalangan tertentu.

    Terimakasih,
    Regards, M Nahrowi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *