Membuat startup nggak berhenti disaat produk sudah jadi, Itu baru permulaan.

http://www.mtlblog.com/

Source image : http://www.mtlblog.com/

Kamu punya segala-galanya; talent, skill, networking, good team, idea yang telah divalidate. Terlalu general. Dan kamu masih terkial-kial untuk grow.

Kamu kelupaan dan ngga pernah ada satu masalah ini – ‘kenderaan’ untuk berjalan.

Dalam bisnis kamu memulai di point A dan bergerak ke point B, C, D tergantung kepada objektif bisnis.

Bagaimana kamu ingin berjalan? Kamu perlukan kenderaan. Kenderaan yang aku maksudkan adalah perusahaan, the real company. Bukan nama perusahaan atas kertas legalitas.

Startup kamu nggak akan berkembang selagi ngga ada kenderaan.

Startup kamu ngga bisa masuk market baru selagi nggak ada kenderaan.

Startup kamu ngga bisa berpartner dengan pihak lain selagai ngga ada kenderaan.

Kenderaan inilah yang akan berjalan melakukan bisnis. Not you.

Secara realitasnya kamu keliatan orang membesarkan startupnya. Nope. Mereka membesarkan syarikat mereka. Startup itu cuman part of kerja perusahaan mereka.

Kenapa orang ingin bekerja dengan Pertamina? karena perusahaan.

Kenapa orang ingin bekerja dengan Lazada? karena perusahaan.

Kenapa orang ingin kerja dengan Starbucks? karena perusahaan.

Sebagai seorang founder kamu perlu belajar management perusahaan. Bukan fokus karena duid sebagai reward diri. Tapi anggap duid sebagai tanggungjawab.

Gunakan duit untuk membuat perusahaan dan lihat perusahaan tumbuh besar.

Pilih Co Founder, pilih investor. Daftar perusahaan.

Buat HR team, buat sales team, buat marketing team, buat PR team, buat support team.

Daftar HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), protect itu protect ini. Berikan benefit kepada staff, insurans dan lain lain.

Your staff, your team want to be managed well.

Bagaimana kamu ingin manage team kalau perusahaan ngga ada?

People want to work for a company not working for you.

Bisnis kamu hanya akan bertambah apabila kamu membesarkan perusahaan.

Jika kamu seorang founder startup, pause and look back apa yang kamu sudah lakukan. Lihat apa yang ngga ada.

Membuat startup ngga berhenti di saat produk sudah jadi. Itu baru permulaan. Good luck.

Post by : Muhammad Ikhwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *