“Aku tak Pantas di Manusiakan Lagi “

Lantunan nada melalui ipod mulai terdengar, kunyalakan laptop dan kucoba untuk menuliskan sedikit cerita pagi ini. hanya saja ada yang kurang, sedikit kopi dan sapaan pagimu πŸ™‚

Sudah cukup lama bagiku, 60 hari adalah waktu yang cukup menyiksa, menyiksa ketika ibarat kau yang sedang berlayar di tengah samudra dan sedang mengalami badai dan ombak yang cukup deras, namun salah satu sayap kapal itu patah, yang menyebabkan kapal yang melaju dengan kecepatan tinggi itu tak seimbang ditengah ombak yang sulit dikendalikan. saat itulah kau harus menentukan bagaimana caranya saya bisa sampai kedaratan terlebih dulu atau akan mati sia-sia ditengah ombak yang tinggi itu. hingga datangnya pagi hari…

Saya yakin setiap orang punya ceritanya masing-masing, saya hanya mencoba merpresentasikan cerita ini agar saya ingat bagaimana perjalanan saya, saya yakin dengan kata-kata ini. “Pelaut yang tangguh tak dilahirkan dilaut yang tenang, namun mereka dilahirkan di tengah ombak dan badai yang besar “.

Sekarang, semuanya seperti kosong, tak bergairah, terhenti, tak sempurna, khawatir, redup, tak berbudi. semua kata-kata itu bentuk penamaan untuk menyampaikan isi dari hati. bayangkan jika seseorang yang selama ini menemanimu melakukan kesalahan dan belajar pergi, seseorang yang memberikan ambisi untuk terus maju, seseorang yang menerimamu dalam kondisi apapun, seseorang yang memberikan arah dan akhir dari tujuan hidupmu, seseorang yang bisa jadi ibu, seseorang yang bisa jadi teman, seseorang yang bisa jadi adik, seseorang yang bisa jadi kakak, seseorang yang ada ketika kau sendiri, seseorang yang selalu ada dalam doamu setelah ayah ibumu dan keluargamu, seseorang yang selalu kau ingatkan waktu makan, seseorang yang selalu kau tanyakan keadaanya, seseorang yang kau tanyakan keberadaanya, seseorang yang seperti ibumu, seperti orang tuanmu..

Seseorang yang menjadikan dirimu lengkap dengan dua sayap..

Seseorang yang kau berjanji untuk selalu menjaganya..

Seseorang yang kau banggakan…

Seseorang yang membuatmu marah, seseorang yang mengajakmu berdebat..

Seseorang yang membuatmu tertawa, sedih, menangis dan tersenyum…

Dan bayangkan jika sekarang, seseorang itu sudah tidak berkomunikasi denganmu lagi. tak menjawab salammu lagi, tak membalas sapaanmu lagi, tak menemanimu lagi dan tak menanyakan bagaimana kabarmu hari ini.

Aku tak menebak terlalu jauh, tapi aku merasa aku tidak di Manusiakan, kosong, seperti tak pernah merasa mengenalku.. Pergi seolah tak pernah singgah. Jika manusia yang tidak mengenal saja mau kau sapa.

Kenapa ini yang pernah kenal tak mau ? maafkan aku, dosaku dan salahku. mungkin sudah tak mampu termaafkan, dosaku dan salahku sudah tak mampu lagi ditebus untuk menjadikanku pantas dimanusiakan lagi.

*Saya yakin ini adalah jawaban dari doa yang selalu aku panjatkan diwaktu dulu, ini adalah proses bagaimana doa-doa yang berhubungan dengan mimpi-mimpi waktu dulu akan dikabulkan. saya dulu pernah berdoa seperti ini :

Saya ingin menyediakan apa yang mereka butuhkan,
memberi tempat untuk mereka yang butuh tempat,
membantu mereka yang sedang bersedih,
memberi apa yang mereka tak punya
membantu apa yang mereka susahkan
membatu agar mereka bisa tersenyum lebih manis,
menjadikan diri saya seseorang yang bisa memberi suatu arti kepada mereka,bukan siapa saya ? tapi untuk apa saya ada dan bagaimana saya untuk mereka.
membantu agar mereka memiliki hidup lebih baik ..
mudah-mudahan Allah memberi kekuatan untuk mewujudkan mimpi ini ..amin

Mungkin jika aku tak segera bangkit kembali aku tak menepati janjiku untuk mewujudkan mimpi yang ditunggu banyak orang yang membutuhkanku itu. Jangan berhenti untuk maju, meskipun jika tak bisa berlari kau hanya Β bisa berjalan, jika tak bisa berjalan kau merangkak πŸ™‚ yang penting jangan pernah berhenti memberikan perubahan lebih baik kepada sesama manusia πŸ™‚

“Aku tak Pantas dimanusiakan lagi ” CQK/11/05/2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *