CGK, 10 JUNI 2017
Mengawal Subuh kurang afdol jika tidak digunakan untuk menulis dan mendalami suatu ilmu yang bermanfaat. Berbicara mengenai judul . saya punya pemikiran dan opini mengenai penulisan suatu Skripsi yang banyak calon sarjana mungkin belum tepat dalam menyikapinya. Hal tersebut didasari oleh hasil analisa kualitatif yang banyak dijumpai, seperti apa memangnya ? Contohnya seperti ini : ketika seorang calon sarjana yang hendak menuliskan skripsinya orientasi mereka bukan tentang manfaat dari ilmu yang akan ditulisnya, melalui masih banyak yang menjadikan tulisan tersebut adalah pokok inti dari permasalahannya, alhasil banyak yang memberatkan bahwa tulisan ini dan itu, gaya bahasa, metode dan lain sebagainya. terlepas dari itu yang yang sebenarnya akan mereka tulis itu ternyata tidak mereka pahami dengan baik, bahkan tidak tau apa yang sebenarnya yang akan dituliskan, kata-kata indah apa yang akan dituliskan. menurut saya itu sah-sah saja, but.. banyak diantara kita yang masih kurang memperhatikan esensi dari sebuah karya yang mereka tulis, mereka hanya mengejar gelar dan gelar, sedangkan ilmunya mereka abaikan. Saya berkata seperti ini karena banyak yang saya temui dengan kasus seperti ini.
Saya bukan orang yang lebih baik, namun setidaknya saya sedikit sedih melihat hal tersebut, karena saya lebih menghargai suatu ilmu walaupun itu sedikit daripada terlihat besar tapi tak memiliki ilmunya. entahlah, itu mungkin hanya sebatas omong kosong saya pagi hari ini. mungkin kurang tidur atau kurang kasih sayang #eh
Namun fakta dilapangan dan realitanya saya temui seperti itu, meskipun memang tidak semua, saya yakin masih banyak yang tidak seperti itu, pikiran saya saya yang terfokus pada seseorang seperti itu. selain itu, saya yakin jika mereka memahami ilmu dan solusi apa yang akan dia berikan, saya yakin ilmunya akan menjadikan suatu hal yang istimewa, Bukan hanya Menulis tapi juga membantu menyelesaikan permasalahan banyak orang, bukankah itu yang sekarang negeri ini butuhkan ? yaitu orang-orang yang berjiwa ingin memberikan suatu solusi dari berbagai permasalahan yang ada di negeri. Jika lebih dari 8000 Lulusan sarjana tahun 2017 ini, Hanya Menulis. Bisa dipastikan peningkatan jumlah pencari kerja akan semakin meningkat, atau mungkin sulit untuk bersaing dengan competitor lain karena ketatnya persaingan.
Kenapa ? lha karena dia hanya menulis, dia menghabiskan waktunya untuk menulis dan mengharap dengan tulisannya itu dia dapat gelar sarjana, ketika dia sudah bawa title Sarjana dengan Ekor “S” dibelakang namanya, dia sudah bangga dan merasa saya sudah melalui semua hal ini dengan baik. ya, tidak ada salahnya. ya memang harus bersyukur karena mendapatkan hal seperti itu juga tidak semua orang punya kesempatan. namun terlepas dari situ tanggungjawab moral, tanggungjawab dari ilmu yang akan kita kontribusikan harus ada, untuk siapa ? ya kalau mau kontribusi untuk banyak orang tentunya nanti jadi orang yang bermanfaat dengan ilmunya tadi. tapi bagaimana setelah itu dia merasa puas dan merasa sudah Sarjana, sudah tidak ada tanggungan. ya, kenapa harus capek-capek, tentunya akan mencari pekerjaan yang lebih layak.
Faktanya, seseorang diindonesia menjadikan Grade Sarjana untuk mencari kerja yang lebih layak, itulah alasan mereka harus Sarjana, tidak bisa dipungkiri banyak sekali kita temui. Kalau memang asumsi saya salah, seharusnya diindonesia sekarang pasti lulusan sarjana bukan kerja di orang dong ? Tapi punya perusahaan sendiri, dengan begitu kan ada manfaatnya, orang lain bisa lebih percaya dengan Gelar S tersebut, karena setelah dia punya gelar S ternyata dia sudah punya perusahaan sendiri.
Tentunya berbeda dengan seperti ini, setelah dia mendapatkan Gelar S, dia masih tetap sama dengan yang sebelumnya. tidak ada perubahan lebih baik, baik ilmu dan lainnya. lalu apa bedanya dengan yang tidak gelar S ?
Hal ini bisa jadi renungan untuk saya pribadi, mungkin juga rekan–rekan yang sedang membaca blog ini. saya juga selalu berusaha semoga ilmu yang kita dapatkan itu menjadi penerang kita, menjadi berkah kita dan menjadi manfaat untuk diri kita, keluarga orang lain dan bangsa.
Pastinya tidak mungkin kita berdoa untuk jadi orang yang biasa saja, setiap orang punya nasib yang berbeda, setiap orang pasti punya tujuan jadi orang sukses, mari kita saling mengingatkan, bagi yang memiliki tujuan jadi orang bermanfaat dengan ilmunya, semoga kita bisa menjadi seperti yang kita cita-citakan. Amin
Jika memang kita sedang mengupayakan sesuatu, berusaha dan berdoa semampunya. Allah punya pilihan terbaik untuk setiap niat baik kita, terus carilah ilmu dengan niat yang tulus bukan karena embel-embel apapun, karena dengan Ilmu maka insya allah kita akan jadi manusia yang bermanfaat dan mulia.
Semoga menginspirasi 🙂 Maaf jika menyinggung namun tujuannya berupa self reminder.
