Sahabat itu adalah anda dalam sosok yang lain,
kalau sahabat anda bersalah. kalau anda melihat sahabat itu adalah anda.
maka anda tidak akan marah tidak akan pergi. karena anda juga akan bisa salah.
sahabat itu bisa diibratkan dengan dua garis lurus yang saling berdampingan, berjalan seiring.
tidak ada yang mau didepan, tidak ada juga yang mau dibelakang.
alasannya bagaimana ?
Kalau saya didepan saya takut saya keliru. sehingga kamu ikut keliru.
kalau saya dibelakang, saya takut tidak bisa mengikuti kamu.
jadi berjalan seiring.
Kalaupun kita berbeda itu tidak masalah. Karena perbedaan itu adalah rahmat.
- Cerita Dua Sahabat.
