Belajar Bijak ?

CGK, 7 JUNI 2017

Sebelum tidur, tak bisa jika tidak mengambil pelajaran dari hari ini, karena kita bisa tau apakah setiap hari kita terus tumbuh dan belajar, atau jangan-jangan kita hanya tetap dalam kondisi yang sama dari hari ke hari.

Bismillahirrahmanirrahim, setiap orang punya banyak pelajaran yang ada dalam hidupnya, termasuk saya pribadi dan saya ingin menuliskannya disini agar nantinya bisa saya lihat kembali, saya bisa belajar dari yang pernah saya lalui. mungkin bagi sebagian orang ini tidak penting, menuliskan tentang pembelajaran diri dari hari kehari, buang-buang waktu dan lain sebagainya, namun saya melihat sisi lain, yaitu saya sedang belajar…

 Berdebat cukup lama dengan teman satu kantor, yang majornya sarjana kehutanan. namun debat kita debat mengenai mencari suatu solusi, debat positif meskipun sempat saling memegang argumennya, namun disitulah akhirnya kita menemukan titik temunya, yaitu kita saling menghargai keilmuan masing-masing, yang saya tau hanya sebagian kecil mengenai dunia teknologi, website dll, sedangkan yang rekan saya tau adalah tentang ilmu kehutanan. ada kritikan mengenai website yang saya buat, intinya kenapa websitenya sederhana, dan isinya hanya sedikit informasi. dengan pertanyaan seperti itu saya mencoba memberikan penjelasan bagaimana kronologi kenapa website ini awalnya seperti ini.

Website merupakan media informasi yang membantu suatu perusahaan atau organisasi mengenalkan diri melalui internet. hal itu semua sepakat bahwa website merupakan wajah perusahaan diinternet. tentunya harus bagus dan informatif karena itu akan memberikan kesan profesional pada perusahaan.

Namun, case yang sedang kita alami adalah, website yang kita buat kurang mencerminkan point-point dari manfaat dari website itu, bahkan malah bertolak belakang, diantaranya. kurang informatif, sederhana dan terkesan simple. hal itulah yang memaksa rekan saya sarjana kehutanan ini untuk berkomentar, kenapa kok websitenya seperti ini ?

Dari situ kita saling bertukar argument, yang saya lakukan adalah hasil permintaan dari owner perusahaan ini, yang dari awal sudah memberikan saya warning, bahwa kita mau website yang paling sederhana dan yang tidak terlalu memberikan informasi yang banyak. okey, sampai dengan point disitu, sebagai web consultans, saya menangkan bahwa perusahaan/organisasi ini bersifat tertutup, dan tidak terlalu ingin di publikasi, intinya website tidak terlalu penting, yang terpenting adalah bisnis prosesnya tetap jalan.

Okey, dari situ saya menggaris bawahi, bahwa terkadang ada seorang pengusaha yang karakternya dia tertutup, dalam arti disini saya menyebutkan seperti itu kenapa ? dia tidak mau terpublish namanya, dia tidak mau ada disosial media, namun dibalik layar dia memang benar-benar pengusaha.

Berbeda lagi dengan pengen jadi pengusaha, yang mungkin terjadi di euforia di indonesia, perusahaan startup. para owner yang mendedikasikan dirinya sebagai CEO terlihat ingin dipublish ingin dikenal, dan mengenalkan dirinya dari berbagai macam, namun untuk masalah usahanya belum tentu.

Hal inilah yang saya bisa jadikan pelajaran, pengusaha yang sebenarnya tidak berfikir bagaimana orang ingin mengenalnya, namun yang dia lebih fokus melakukan bagaimana bisnisnya memang benar-benar berjalan dengan baik. istilah enaknya Bertangan Dingin.

Sebagai seorang anak muda yang antusias dengan entrepreneur, sepertinya gaya kepemimpinan tidak banyak bicara, tidak banyak gembar gembor, namun kerja nyata (Bertangan Dingin), sangatlah penting ditanamkan dalam diri. karena banyak sekarang yang sudah kehilangan mental pengusahanya, yang ada adalah gaya pengusaha, iya gaya doang tapi isinya kosong.

Berbeda dengan gak banyak gaya tapi isinya penuh, pastilah hasilnya berbeda. tak banyak gaya tapi aksinya nyata.

Bukan mengatai, namun sering saya temui, mungkin saya juga belum bisa sebaik itu, namun faktanya banyak sekarang ditemui calon sarjana ataupun sarjana yang banyak bicara mengenai usaha dll, namun prakteknya nol. ada juga seorang yang berambisi, suka mengkritik teknologi dll, namun setelah dikembalikan ke dia, apakah kamu bisa melakukannya, jawabannya banyak alasan ini dan itu, intinya nol juga.

So, berarti itu jawabannya kenapa banyak lulusan sarjana, yang menganggur dll, ya karena hanya banyak bicara tanpa bisa dan tau ilmunya, itu sebagian saya temui. banyak bicara ini dan itu, banyak komentar ini dan itu, namun giliran prakteknya mereka gak bisa. ya, semoga saya juga selalu ingat dan terus belajar agar tidak seperti itu.

Ya, saya hanya bisa beropini. saya juga masih belajar.

Hanya saja, saya belajar disini, jangan langsung menyalahkan seseorang, jangan menyalahkan keadaan, cobalah untuk berfikir satu dua tiga kali, apakah itu benar, apakah itu salah. dengan hal seperti itu kita akan bisa belajar menjadi seorang yang lebih Bijak.

Semoga…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *