BOO, 10 JUNI 2017
Minggu, oh iya salah sudah berganti bukan minggu lagi namun sudah hari senin. begitu cepat, waktu berlalu. memang sudah pagi, namun tugas masih belum bisa dipikirkan karena masih capek dan butuh kejernihan pikiran. soalnya seharian ini belum berhenti sama sekali, apalagi tadi baru saja kondangan yang terlambat ke temen satu angkatan kuliah dulu.
Rasanya, sudah pada berumah tangga semua dan saya merasa sudah terlalu tua, hahaha masih sibuk ngurusin kuliah dan mimpi gilanya. entahlah berasa begitu terisolir rasanya ketika ngumpul bersama rekan-rekan yang dulu satu sma. but, its okay saya rasa ini adalah proses, mencoba meyakinkan diri bahwa inilah proses yang harus dilakukan dan dijalani dengan sabar oleh seorang pejuang mimpi, mungkin bukan hanya saya saja yang mengalami hal ini tapi beberapa orang yang sedang menempuh perjalanan seperti saya.
Ketika tuntutan profesi, keilmuan, gelar, akademisi yang harus dicapai membuat saya harus terus belajar, sedangkan yang lainnya sudah berhenti dan mungkin sudah tak ingin belajar, membuat saya menjadi seorang yang terisolasi dan lebih sering menghabiskan waktu berteman dengan teknologi dan pengetahuan. (namun saya masih tetap manusia, yang tetap bersama dengan orang lain juga).
Artikel kali ini sebenarnya kurang begitu jelas, karena saya hanya ingin menulis saja, kenapa judulnya seperti itu ? karena itu menceritakan mengenai kondisi yang sekarang ini, ya kondisi sepi tapi tak kesepian, itu artinya meskipun yang sedang dirasakan sepi namun saya masih punya banyak keluarga di markas ini yang selalu mengharap kedatangan saya disini, menerima saya dan mengajak saya bercanda, berbagi cerita dengan saya dll. hal itulah yang membuat saya tetap merasa nyaman dan merasa tak kesepian.
Namun terlepas dari situ, hal itulah yang membuat saya bersyukur, saya masih bisa tersenyum..
ngomong-ngomong, saya sedang duduk diantara dua orang yang saling berdebat bercerita mengenai mantannya, yang sebelah kanan bercerita dia lagi ngechat mantannya yang sebelah kiri.
Dan yang sebelah kiri bercerita sedang ngechat dengan mantannya yang sebelah kanan, keduanya berdebat satu sama lain. ternyata keduanya memang mantannya itu bersahabat. saling tuduh-tuduhan sana sini, lucu rasanya denger adik-adik itu berdebat mengenai mantannya mereka masing-masing, yang notabene masih kuliah semua.
Hahaha rasanya sudah terlalu tua untuk berfikiran seperti itu, berbeda dengan usia mereka, aku sudah berfikiran mengenai hal lainnya, yaitu lebih ke arah masa depan saya dan keluarga nanti.
hmm, sepertinya saya mau tidur sebentar karena sudah pagi, dan tugas belum selesai, aku harus tidur agar nanti bisa melanjutkan lagi.
