Salahkah seseorang punya mimpi ? punya keinginan meskipun dalam kondisi itu dia tau belum bisa menggapainya. realistis, mungkin kata itu yang akan menjadi jawaban kebanyakan orang. mukjizat, mungkin kalimat itu juga yang dilontarkan seseorang ketika yang bisa dilakukan hanya berdoa dan terlihat tidak mungkin.
Entah disengaja atau tidak sengaja, saya dipertemukan dengan orang-orang sekeliling saya yang memerlukan support untuk mengenyam suatu pendidikan, ancaman pendidikan tinggi kian tak mungkin bagi orang-orang sekeliling saya. dan itupun tidak hanya satu atau dua orang, banyak rekan-rekan masa kecil yang awalnya belajar bersama sekarang sudah terpisah dan tak jarang untuk hilang komunikasi, bukan karena apa. karena kita sudah hidup dengan dunia yang beda-beda, ketika mereka sudah berurusan dengan anak-anaknya, saya masih berurusan dengan dosen kuliah, semua itu begitu tak berimbang. yang membuat suatu GAP yang dulunya tidak ada, namun seiring berjalan waktu, rekan-rekan sebaya itu menghindar sendiri, meskipun tetap kita mencoba untuk komunikasi namun nyatanya tetap berbeda bahasan.
Belajar teknologi informasi adalah kesenangan tersendiri yang saya dapatkan di Ibukota, saya dulunya juga orang desa yang tidak tau apa-apa, hanya tau makan tahu dan tempe, kalau siang main layangan, kalau sore mengaji kalau malam mengerjakan PR sekolah. ya, saya seperti anak desa lainnya, bedanya saya berada dilingkungan yang menuntut / memotivasi saya untuk terus belajar.
Saya berasal dari desa dan teman-teman saya banyak yang dari desa, hingga suatu saat saya nekat untuk mencari ilmu di ibukota, saat itulah saya banyak belajar, belajar kehidupan, kebijaksanaan dan belajar untuk jadi orang pembelajar. sampai hampir 25 tahun sejak kecil hingga sekarang saya hampir menjadi sarjana, rasanya ada yang kurang dihidup saya. apakah itu ? saya selalu mencari tau apa dan apa…
Saya ingat ingat apa yang sudah saya lakukan, apa yang saya telah berikan kepada orang lain, bermanfaatkah hidup saya selama ini, atau hanya hidup untuk diri sendiri ?
Sarjana, sebutan penting yang penuh dengan tanggungjawab. karena jika kamu sudah jadi sarjana artinya kamu menjadi seorang yang lebih bijak, lebih berilmu, dan lebih dari yang lainnya yang belum mencapai itu. otomatis profesi itu turut mengingatkan kita untuk terus menunduk, tidak lantas jadi seorang yang merasa pintar, malahan semakin berisi padi maka semakin dia menunduk. karena ilmu mengajari kita untuk berfikir lebih dulu. itulah yang membedakan seorang berilmu dengan yang tidak.
Kembali kebermanfaatkah hidup kita selama ini ? atau hanya menjalani hidup sebagai orang yang rutin, untuk diri sendiri, atau malahan jika nanti lulus menjadi sarjana hanya menjadi SARJANA KERTAS ? yang hanya mementingkan nilai, mementingkan gelar tanpa tau untuk apa ilmunya ? Semoga kita tidak menjadi orang yang seperti itu. saya rasa Sarjana itu Sakral, untuk mendapatkannya bukan hanya lolos dan mendapatkan nilai yang baik, namun lebih dari itu, harus paham ilmunya luar dalam, dan tau implementasi dari ilmunya, dan yang paling penting bermanfaat dengan ilmu yang telah dipelajari.
Saya teringat, perjalanan saya waktu kecil, teman-teman saya waktu kecil, orang desa yang tidak tau teknologi, terbatas informasi dan pengetahuan, sekalinya mendapatkan kesempatan untuk belajar ke perguruan tinggi tidak adanya dana yang cukup. akhirnya memutuskan untuk disitu saja atau tidak melanjutkan.
Bagaimana mereka bisa berani bermimpi ? hidup mereka besok saja belum tau bagaimana. dibalik ilmu yang seharunya memberikan manfaat memang ada hal yang harus dibayar, tanpa uang mereka juga tidak bisa sekolah. itu masalah, mereka menjadi pesimis akan hidup, semuanya mahal, bagaimana mereka akan belajar jika kesempatan belajar tidak ada, peluang untuk tumbuh tidak ada…
Untuk itu saya punya keinginan, dalam Gelar Sarjana saya nanti, saya bisa membuat suatu sekolah online, yang memberikan fasilitas mereka yang “Mau” untuk mencari ilmu, belajar meskipun hanya melalui online, setidaknya disitulah mereka bisa punya wawasan lebih, tentang belajar Usaha Online, tentang bagaimana cara berjualan, tentang bagaimana cara menggunakan internet dll. Hal sederhana seperti itu mungkin bagi kita tidak penting atau mungkin terlalu remeh, tapi jika kita coba lihat ke desa-desa, mereka bahkan tidak tau apa itu internet, apa itu website.. ya makanya kita coba kenalkan dengan cara seperti itu.
Setidaknya memberikan harapan dan kesempatan mereka untuk bisa terkoneksi dengan banyak orang yang mungkin bisa menghubungkan mereka dengan kesempatan rezki mereka. Amin
