“Jika kau rindu aku, temui dan baca tulisanku disini, tulisan yang selalu menceritakan tentangmu.”
Kamu, seorang yang mengajarkan banyak hal mengenai perjuangan. seorang yang mengajarkan untuk keluhan itu seharusnya tidak ada, yang mengajarkan tentang, lakukan yang terbaik dan mengajarkan untuk bersabarlah.
Tuhan selalu menitipkan sesuatu cerita kepada setiap manusia, salah satunya menitipkan cerita tentangmu kepadaku. ini bukan lagi mengenai tutorial, pekerjaan ataupun hal yang ingin dicapai. namun ini adalah tentang bagaimana kamu harus bisa menjaga seseorang, bersyukur ketika dia masih berada disampingmu.
Titipan, kata itu identik untuk semua hal, namun Tuhan membungkusnya dengan suatu kisah yang lain, salah satunya adalah kisah cinta. cinta adalah sesuatu yang suci, sakral dan bukan untuk main-main, karena didalamnya adalah suatu hal yang berisi esensi berjuang bersama, mengerti, memahami, dan berdoa dalam keadaan sulit juga bersama. tidak ada yang ingin menang sendiri, tidak ada yang mau jadi pengalah, yang ada adalah berjalan secara berdampingan. saling mengingatkan, saling mendoakan meskipun dalam kejauhan.
Tidak sebercanda itu, menjatuhkan hati kepada seseorang, lalu meninggalkannya pergi, hanya karena status dan ingin diakui. tapi lebih dari itu, lebih dari itu.. kau yang sedang menjadi seorang lelaki, kau harus menepati janjimu kepada Ibunya, ibu dari wanita yang sedang kau sayangi. Ketika kau menaruh hati kepadanya, secara tidak langsung kau siap untuk menggantikan ibunya sebagai seorang yang dari dulu melahirkannya, membesarkannya hingga sekarang. tanggung jawab moral seorang laki-laki ada disini.
Jika ada seorang laki-laki yang dengan sengaja meninggalkan wanita yang dulunya dia jatuhkan hatinya. hati-hati anda bisa kena akibatnya, karena anda melukai banyak hati disini. anaknya dan ibunya.
Seorang laki-laki yang bertanggung jawab dan sudah memilih seseorang wanita untuk dicintainya, maka dia tidak akan pernah meninggalkannya pergi, kecuali seorang wanita tersebut yang memang meninggalkannya.
Pantang untuk pergi, sebelum kau memang ditinggalkannya. ya, memang semua orang tidaklah sama, hanya saja mencoba menggali dan terus belajar. hal ini sebagai pengingat diri saya, bahwa seorang laki-laki juga harus hati-hati dalam menjatuhkan hati kepada seorang wanita.
Selama kau masih bisa merindukan dia, dan masih halal untuk kau doakan (belum menjadi istri orang), doakan dia selalu disepertiga malammu, ceritakanlah kepada Tuhan yang Maha memelihara cinta, cukup itu saja, seperti yang dilakukan pada Kisah cinta sejati Ali Bin Abi Thalib RA dengan Siti Fatimah RA. pada kisah itu menceritakan tentang seorang yang sangat sayang dengan seseorang namun masih belum bisa untuk bersama, akhirnya lebih memilih untuk memohon kepada Allah sampai waktu yang telah ditentukan Allah, Cukup di Sepertiga Malam Terakhir. Itu yang dianjurkan beliau dalam kisah cinta.
Doakan dia, selalu… Jika kau rindu, sholatlah… bacalah AlQuran, jadikan Allah sebagai sebaik-baiknya perantara Cintamu dengan Cintanya.
