Lagi mau bahas mengenai bagaimana kegagalan suatu manajemen proyek, mengenai kenapa seorang leader itu sulit sekali memberikan arahan kepada anggota team yang memang kekeh dengan pendiriannya.
Dalam kasus jika ada seorang supervisor / project manajer yang mungkin sedang mengalami masalah sulit menyampaikan tujuan yang ingin dicapai bersama. hal itu juga pernah saya pribadi temui, kebetulan saya juga sebagai project manager yang selalu berhubungan dengan project yang memerlukan deadline dan diharuskan sukses untuk menyelesaikan suatu project.
Saya juga banyak belajar disitu, banyak hal yang saya temui. salah satunya sama seperti kasus diatas, mungkin kasus diatas memiliki point seperti ini. seorang leader yang mungkin masih tergolong muda namun diberikan tanggungjawab untuk memimpin orang yang lebih tua dibawahnya, masalah yang sering terjadi adalah masalah perihal emosi. misalnya, anggota yang tidak mau diatur, anggota yang maunya didepan dan maunya ingin memimpin dan sama dengan leader, padahal dalam ilmunya, seorang leader itu satu dan yang memang harus tau mengenai goals mengenai project itu. lalu bagaimana jika kita menemui hal seperti itu ?
Mungkin sedikit analisa dan sharing sesuai pengalaman adalah seperti ini, ini masalah komunikasi saja. anggap saja ini adalah sebuah permainan mengenai komunikasi dan mengajak mindset mereka saja untuk bisa mau membangun sama-sama yang sedang dikerjakan tanpa ada rasa disuruh ataupun ngerasa diberikan tugas.
Bagaimana caranya ? jika yang sedang anda hadapi adalah seorang yang sangat kekeh dan keras kepala, maka cobalah untuk ikuti apa yang dia mau, coba berikanlah dia suatu tanggungjawab yang harus dia selesaikan, setelah dia merasa sudah mengerjakan yang dia buat dengan maksimal, coba compare dengan analisa yang juga sudah anda buat, diskusikan dalam publik, biarkan publik yang menilai. jika ternyata analisa anda lebih bagus buktinya dibandingkan dia yang merasa dia paling bisa, maka dia yang akan berfikir sendiri, oh ternyata benar, bagusan dia.
Hal itulah yang nantinya akan memutuskan statement dan asumsi dia, jalankan dengan tanpa emosi, tanpa lebih mengajari orang-orang yang sok pintar dan mengajari mereka agar lebih bisa menerima pendapat orang lain. karena seharusnya ada kalanya emosi tidak harus dilawan dengan emosi, tapi cukup dengan komunikasi asyik menggilitik.
Salam 🙂
