Izinkah Aku Berbagi Harapan untuk Anak Negeri, Walau Hanya 1 Kali.

CGK, 5 Agustus 2017

Peranan media digital diindonesia sangat memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan sosial manusia, karena media merupakan perantara yang bisa digunakan untuk masuk ke dalam pikiran dan bisa membuat mereka jadi teringat apa yang ada. Dunia hiburan, televisi dan aneka macam lainnya, sekarang sudah mencari makanan pokok orang yang menggunakan sebagai media informasi. berbeda dengan orang yang kurang mengikuti perkembangan media, mungkin akan lebih fokus dengan apa yang dia lakukan, membaca buku, menulis ataupun membuat karya, itulah kenapa diluar negeri menurut survei orang lebih menghabiskan waktu untuk belajar daripada menghabiskan waktu untuk menonton televisi.

Indonesi, pusatnya media informasi yang saya tau, karena disinilah media bisa dibolak-balikkan menjadi senjata yang ampuh untuk menyuarakan sesuatu. entah itu baik ataupun kurang baik. bagi seorang yang bisa berfikir dan bisa menyaringnya mungkin tidak akan jadi masalah. namun bagaimana jika hal itu diterima oleh anak kecil ?

Iya, anak kecil, anak negeri yang seharunya senang dengan kehidupannya, senang dengan mimpinya, senang dengan apapun yang dia suka, mereka akan berusaha untuk jujur untuk menyukai sesuatu. anak kecil indonesia, yang punya mimpi besar, punya mimpi, berani bermimpi. saya ingin jadi dokter, saya ingin jadi pilot, saya ingin jadi… yah, bisa saya ambil adalah, mereka punya keberanian untuk bermimpi. tapi sekarang ?

Entah hanya perasaan saya atau kenyataan, tapi saya pikir. anak kecil sekarang tidak seperti anak kecil dulu. sekarang mereka sudah teracuni oleh hal hal yang berbau negatif, tayangan yang kurang mendidik dll. saya rasa itu yang membuat dia merasa tidak punya tempat lagi untuk mengekspresikan diri. berbeda dengan jaman saya dulu, yang setiap minggu menunggu kartun yang hadir setiap pagi, masih menunggu tayangan lanjutan dari minggu kemarin. ada hal yang menyenangkan dibalik kesederhanaan dihari minggu itu. namun, berbeda dengan sekarang. hari minggu sudah seperti hari yang biasanya, karena tidak ada yang ditunggu. iya, tidak ada.

Tayangan kartun yang dulu menjadi idola anak-anak sekarang hilang. hal itu cukup memukul kepala saya, saya merasa ikut andil disitu juga, karena saya merasa punya tanggung jawab disitu. proses bisnis, dunia hiburan, ketertarikan seseseorang untuk media yang lebih berbau politik dan entertaiment menjadi sudut pandang baru dunia media. akhirnya hal yang selain itupun tidak ditayangkan lagi, termasuk kartun.

Entah siapa yang salah, siapa yang mau disalahkan ? sampai detik ini, aku masih melihat, banyak anak-anak yang kangen dengan tayangan yang harusnya untuk mereka, mereka juga ingin punya tayangan seperti yang mereka mau. aku ikut menangis, ikut bersedih, harusnya aku bisa membantu, membuat mereka bisa merasakan hal itu lagi. namun kembali lagi ketika inovasi bertabrakan dengan visi misi akan berakibat apa ? ya, tidak akan terlaksana. keculai benar-benar ada perubahan yang sangat kuat ! mendobraknya, membuat suatu perubahan baru. yang besar.

Saya benci suara bising ini, yang berkata kapan kembali lagi, kapan kembali lagi, kami ingin kembali… aku tidak membencinya secara kasar, tapi aku membenci diriku, saya akan terus berusaha, sebisa saya.. untuk membuat itu kembali. namun saya bertanya pada diriku ? apakah kamu dibayar untuk ini ? tidak, saya tidak mendapatkan bayaran untuk ini, saya hanya ingin berbagi harapan untuk anak-anak negeri ini, agar dia bisa merasakan cerita masa kecilnya seperti yang anak kecil dulu rasakan.

Satu hal yang bisa aku lakukan saat ini adalah, membangunnya dari awal, satu persatu, sehingga orang diluar sana tau, terasa apa perubahan yang sedang dilakukan, terasa keberadaan kita, saya berusaha agar mereka, anak-anak kecil itu yang sedang merindukan tayangan itu bisa merasakan itu lagi, secepatnya.

Doakan saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *