Alhamdulillah, proses migrasi hosting telah selesai, ditambah lagi ada sedikit kendala mengenai propagasi domain (proses pengubahan DNS ke NS (name server) yang baru). kita baru saja mencoba untuk pindah dari shared hosting ke dedicated server atau beli server sendiri (VPS). untuk jenis servernya kita pakai linux centos dan menggunakan lisence Cpanel. Setelah merasakan bagaimana kedua hosting itu, sekarang kita coba review mana yang lebih enak ?
- Shared Hosting
Dulu ketika website pertama kali dibuat, kami menggunakan shared hosting, yang mana prosesnya ya beli hosting dan domain di provider, misalnya rumahweb.com, jagoanhosting, atau dewaweb.com . mereka semua menyediakan pembelian / penyewaan hosting dan domain. bagi kita yang ingin punya website dan punya nama sendiri, maka kita wajib mengikuti proses tersebut.
Shared hosting memang relatif mudah, murah, karena registrasi dan bayarnya sekali dan setahun sekali untuk perpanjangannya. misalnya saya ingin membuat website dengan nama nahrowi.com, maka saya beli domain dan hosting, hosting disini merupakan tempat untuk menyimpan file website, jenis hosting bermacam-macam, jika untuk kebutuhan sendiri shared hosting saja sudah cukup. shared hosting merupakan jenis hosting yang didalamnya terdapat kapasitas yang telah disediakan oleh pihak penyedia. kita hanya tinggal pakai dan sesuai dengan kapasitasnya.
sedangkan domain, merupakan nama yang bisa di akses diinternet misalnya ya, nahrowi.com tadi.
Kapasitas shared hosting bisa bermacam-macam, dari 200 MB hingga 10 GB. semua tergantung kebutuhan kita. shared hosting merupakan 1 rack server, namun didalamnya terdapat beberapa website orang lain dalam 1 rack server tersebut. jadi jika 1 rack server itu mati maka website kita juga ikut mati. seperti itu.
2. Dedicated Server (VPS)
Merupakan sejenis server hosting untuk website juga, namun perbedaanya dengan shared hosting adalah, jika tadi dedicated hosting itu ditaruh di 1 rack server yang didalamnya terdapat beberapa website lain. berbeda dengan ini.
Didalam Dedicated Server ini hanya terdapat 1 website dan itu hanya website kita, ibarat kata lebih ekslusif dan 1 rack server itu hanya berisi website kita dan servernya atas nama kita. kesulitannya adalah, kita harus menghandle semua konfigurasinya sendiri, dari mulai instalasi, konfigurasi server hingga sampai bisa berfungsi seperti umumnya itu kita yang setting. karena kita sudah memutuskan untuk membeli 1 rack server sendiri. jumlah tools yang ada didalam VPS lebih kompleks dibandingkan dengan yang ada didalam shared hosting, karena ya jelas, yang basic dengna yang advanced pasti fiturnya berbeda. kelebihannya, adalah VPS bisa kita oleh sesuka hati kita, bisa digunakan untuk kebutuhan development, penyimpanan file yang besar dan lainnya. dan memang digunakan untuk kalangan enterprise yang mengelola servernya sendiri. biasanya seperti Server Amazon, IBM gt.
Jika ada pertanyaan, Shared hosting vs Dedicated Server, untuk website saya enak yang mana ?
Jawabannya adalah, tergantung dulu untuk kebutuhan apa dulu.
- Jika websitemu masih untuk personal dan mungkin tidak terlalu banyak traffic pengunjungnya, masih untuk skala kecil dan mungkin team teknisnya masih kamu sendiri. alangkah baiknya menggunakan shared hosting saja sudah cukup. kenapa ? ketika kamu nanti memutuskan untuk mengganti dengan VPS kamu akan keteteran, karena mengelola VPS juga butuh resource baru lagi, butuh SDM yang mengerti mengenai system administrasi. jika kamu sendiri yang menjadi orang ITnya, tidak efisien, karena kamu aka kehilangan waktu untuk mengatur strategi, growth bisnismu, belum lagi mengurusi kerjasama dengan orang lain.
- Jika websitemu untuk perusahaan, belum tentu juga sesuai, kenapa ? kita lihat dulu. misalnya website perusahaan berbasis ecommerce, namun masih baru, traffic juga masih sedikit. ditambah lagi tim IT juga masih sedikit, jika memutuskan untuk menggunakan VPS apakah SDM bisa untuk mengelola semuanya. ditambah lagi ingat kalau diindonesia, satu orang bisa megang banyak profesi hihihi itu gak akan efektif. jadi resiko yang harus dilakukan jika sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat website dengan server VPS, ya mereka harus siap dengan SDM yang bisa menghandle semua itu sendiri, bisa memastikan server aman, dan growth traffic website juga terjaga.
Jika tidak bisa mengelolanya, maka hal itu melah membuat perusahaan merugi, dan tidak akan efisien, karena ketika SDM tidak bisa mengelola VPS itu karena harus terjadi profesi ganda, dia tidak akan fokus, jatuhnya nanti banyak menghandle sana sini, hasilnyapun juga tidak akan maksimal.
Kesimpulannya :
Shared hosting : untuk personal, middle company with minimum Engineer, low budget, UKM, Low Traffic web.
Dedicated Server : untuk middle – high company with any team engineer, middle budget, medium – high traffic web.
Sekian terimakasih, semoga bermanfaat 🙂
