cul de sac (kuldesak)

Sudah seharian penuh aku duduk didepan layar laptop ini, dengan banyak hal yang ingin diselesaikan. pekerjaan yang tidak terlihat namun terpikirkan dan membunuh jika tidak bisa mengendalikannya. harus terus berlari, jika diam maka semua beban akan menghampiri semua penat akan memaki.

Terus berlari adalah jalan terbaik untuk saat ini, tak peduli apa yang ada didepan, waktupun tak bisa diajak kompromi. dia mengganti detik demi detik seenaknya, tak mau mencoba menunggu sejenak. waktu lebih pandai mengatur dirinya sendiri.

Perlukah kusandarkan kepalaku sejenak ? aku ingin sejenak bersandar. tapi siapa yang mau memberikanku sandaran ? semua nampak begitu maya, aku lelah dengan dunia digital ini yang mengajakku untuk berbohong, mengajakku untuk terus berbohong bahwa kau selalu ada disampingku. nyatanya. aku sendirian.

Dia (dunia digital) mengajari aku membuatku untuk percaya, semua akan baik-baik saja. padahal dia tak disini, aku masih disini mengetik didepan layar laptop. sunyi, dengan koneksi terbatas yang kutaruh dengan antena kabel kecil.

Hmm… itu masih untuk hal yang ini, belum lagi rombongan deadline yang menuntut untuk diselesaikan, lama-lama aku tinggal juga. aku benci… aku benci..

Sabar, sebentar lagi, sabarlah dulu… 

Berdoa, diselesaikan satu persatu dulu.. terus berlari jika tidak bisa ya berjalan saja, yang terpenting tidak sampai berhenti. jika lelah beristirahat, sholat dan bersujudlah.. bukankah tidak selamanya berusaha dengan keras juga, harus ada doa dan dibalik semua itu ada campur tangan Tuhan yang membantunya. Semoga dimudahkan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *