Kubasuh mukaku yang lelah ini dengan air hujan yang deras. Setidaknya memberikan kesegaran meskipun sore sudah dingin.
Kulihat banyak lalu lalang orang berjalan kesana kemari untuk menghindari hujan, sayangnya airnya sudah tinggi tergenang.
Hujan ini berisik sekali, sepertinya mereka sedang senang tak seperti hati ini, lelah seharian untuk memulung fakta, harapannya bisa bermanfaat untuk sesama.
Namun sayang tidak semua orang berfikir baik, tidak semua orang percaya bahwa masih ada orang yang berniat baik. Ada mungkin juga hanya sedikit.
Celanaku mulai basah karena hujannya begitu lebat, ombak genangan air juga mulai menunjukkan kehebatannya iya, menghalangi motor yang ingin keluar parkiran.
Entah ini apa, aku tadi berniat ingin bergegas mencari tempat untuk menulis, karena aku merasa aku butuh cerita, tapi tadi selesai memulung ilmu ada salah seorang rekan menanyakan sesuatu hal yang membuat aku menunda untuk pergi ketempat kesukaan kedai kopi, akhirnya saya bersama rekan saya naik motor untuk mendengarkan apa cerita dia, siapa tau aku bisa membantu.
Selesai itu aku kebogor, terjebak hujan rencana selesai dari stasiun akan ketempat favorit juga, hanya saja rencana tetaplah menjadi rencana, aku gagal lagi mungkin tertunda sampai hujan reda.
Aku seperti bicara sendiri, karena memang hanya hujan yang mungkin mengerti aku menulis melalui handphone ini yang memorinya hampir habis.
Tapi setidaknya aku masih bersyukur.. banyak hal disini yang aku lihat.
Hmm sudah cukup lama, aku menunggu.
Punggungku sudah mulai payah, kakiku sudah mulai pegal perjalanan dari Tanggerang ke Bogor dengan berdiri cukup melelahkan, apalagi ditambah membawa 2 tas yang penuh isinya, ah aku terlalu payah.. segitu saja lemah !
Ah.. begitu sajakah aku ? Begitu saja menyerah, aku terus menyalahkan diri sendiri.
Kulihat dari kejauhan ada seorang wanita tersenyum, siapa dia ? Sepertinya aku mengenalnya …
Dia mulai mendekatiku… Perlahan namun pasti..
Oh aku mengenalnya..
Dia adalah … [Bersambung]
Stasiun Bogor, 30 Septermber 2017
