Izinkah Aku Berbagi Harapan.

Waktu menunjukkan bahwa ini sudah tengah malam, namun tidak bagiku, karena ini adalah waktunya berkarya,
aku tak mau melewatkan sedikitpun untuk menikmati waktu.
memang aku bukan seorang yang bijak dalam mengelola waktu, karena setiap aku mengejarnya dia selalu datang melewatiku
lebih dulu.

Melalui tulisan ini, kucoba sampaikan apa yang ingin kucapai dalam kehidupanku, kenapa aku dilahirkan dan apa yang seharusnya aku lakukan.
tulisan ini kupersembahkan untuk semua orang yang aku sayangi, bahkan untuk seseorang yang sangat aku sayangi, dan salah satu cara untuk menyayanginya adalah
tidak memaksanya untuk tetap tinggal. membiarkannya untuk menjadi seseorang yang dia mau, membiarkannya pergi, tanpa meninggalkannya dalam doa.

Dalam dunia ini, banyak hal yang kita temui, kita pelajari, semua hal itu bisa kita jadikan suatu pembelajaran untuk menjadikan diri menjadi lebih baik.
tapi sayangnya tidak semua orang bisa memahami dan melihatnya dengan baik, karena untuk melihat sebuah kebaikan tentunya diperlukan hati yang siap menerima kebaikan.

Setiap manusia pastinya memiliki harapan, impian dan apa yang ingin dilakukan. namun tidak semuanya bisa menggapainya, kenapa ?
karena dia tidak yakin dengan itu, dia takut untuk memulainya, dia berhenti ketika hampir menyelesaikannya. untuk para pemimpi yang siap berontak, yang siap ditertawakan bahwa memang mimpi itu hanya kita yang tahu.

Aku ingin sekali berbagi sesuatu kepada banyak orang suatu saat nanti, namun apa kiranya yang bisa aku bagikan ? aku ingin membagikan sesuatu yang bermanfaat yang bisa mereka bawa, yang bisa mereka ingat, yang bisa mereka simpan dan yang bisa mereka sampaikan kepada orang lain.

Aku ingin berbagi ilmu pengetahuan dan juga harapan. banyak diantara kita yang tidak mau berharap, karena takut mengalami kekecewaan, berbeda dengan seseorang yang ingin berharap baik, mereka akan selalu ingin membagikan hal yang baik kepada banyak orang, aku ingin membagikan semangat yang sedikit untuk untuk banyak orang yang membutuhkannya.

Bagi yang sedang kecewa, bagi yang sedang terluka, bagi yang sedang tersisih, bagi yang dirinya sedang tersudut, bagi yang butuh tempat bersandar, bagi yang saat ini sedang sendiri, bagi yang saat ini sedang dalam kekhawatiran, bagi yang saat ini sedang dalam kesedihan, marilah kesini, mari membangun bersama. izinkah aku berbagi harapan.
CGK, 7 Oktober 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *