Wahai Bapak Bumi, Apakah Engkau Marah pada Kami ? (Al-Waqiah)

Engkau adalah utusan Tuhan, bertugas menjaga keseimbangan alam. menjadi penopang untuk apapun yang berdiri diatasmu. Membumi, makna itupun adalah khiasan agar sebagai manusia kita tahu diri bahwa kita berdiri diatas wajahmu. tak ada yang perlu dibanggakan, tak ada yang perlu disombongkan. aku terlalu sombong, harusnya setiap waktu selalu ku bisikkan doa kepadamu. Karena hanya berbisik dan menyungkurkan wajahku ketanah adalah sebaik-sebaiknya doa.

Wahai bapak bumi, kami manusia yang sering lupa, tertawa diatas wajahmu, kami lupa waktu, lupa jika kamu adalah makhluk Tuhanku. kau juga ingin dipahami, sebagaimana kami. kau tidak salah untuk marah, karena kami telah merusakmu, menebang perhiasanmu, hingga harga dirimu tak lagi ada, namun kami tak peduli itu. kami bukan orang yang beragama. jika kami beragama, kami pasti tidak melakukan itu.

Wahai bapak bumi, kau utusan Tuhan, yang menjaga tanahmu ini, yang menyimpan jutaan lahar yang bisa kau semburkan kapanpun, yang menjadi tempat kami berjalan, mencari rezki, mencari ilmu, bersujud. kami hanya memanfaatkanmu, tanpa merawatmu.

Kami lupa satu hal, kami lupa, jika kau marah kepada kami, bagaimana kami nanti dikuburkan, sedangkan kuburku ada dipelukanmu.

 

Cengkareng, 28 November 2017 (Prayforponorogo) : Musibah Banjir Bandang, Longsor, Pacitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *