Surat Untuk Nduk (9)

Nduk, Kau yang sampai saat ini paling mengerti aku Paling mengerti baik dan burukku lebih dari dari siapapun kau, yang tahu isi hatiku kau, mengerti lebih dari setengah hidupku kau, yang saat ini masih ada dalam doaku kau, yang membuatku berdiri lebih kuat kau, amarahku kau, rinduku kau, kau ceritaku kau, kau setengah hidupku kau, … [Read more…]

Surat Untuk Nduk (8)

Kau masih asyik merangkai bunga ya ? bagaimana kabarmu, semoga kau selalu sehat selalu.. cobalah baca sedikit tulisanku disini, menceritakan semua tentangmu. aku takut menganggumu jika menelponmu atau mungkin menghubungimu. karena kulihat kau sedang cukup sibuk. Selain menyelesaikan studi kuliahmu, kamu juga sibuk menerima pesanan bunga untuk wisuda. dan satu lagi kamu juga lagi aktif … [Read more…]

Surat Untuk Nduk (7)

Seseorang yg mencintaimu tidak akan pernah meninggalkanmu* Karena walaupun ada 100 alasan untuk menyerah, dia akan menemukan 1 alasan untuk bertahan. Gara-gara kata om bob saya sedikit bingung jadinya, memang kata yang disampaikan ini sangat benar sekali dan tidak ada dustanya. hanya saja, kenyataannya bagaimana ? Bingungnya adalah, harus realistis atau harus mengikuti kata hati … [Read more…]

Surat Untuk Nduk (6)

Rasanya sudah hilang iya, semua rasa entah karena terpaksa atau karena terkikis masa tapi ada yang masih terasa ketika mencoba mengingatnya sakitnya membuat sesak didada semoga ini normal namun sakitnya memang seperti didada ah, sudahlah… mungkin, saya hanya manusia bodoh yang masih berdiri ditempat yang sama sedangkan orang lain sudah beranjak Entah terlalu baik atau … [Read more…]

Surat Untuk Nduk (5)

aku berdiri di sini di tempat di mana dulu pertama kita bertemu pertama kumenyapamu ingatkah kau saat itu kau tersenyum kepadaku berbekal senyuman itu kujalani hidup hingga saat ini kau masih satu-satunya yang paling mengerti aku semua baik burukku hingga detik ini aku masih orang itu kau kenal dengan hatimu masih seperti dulu Lirik Hingga … [Read more…]

Surat Untuk Nduk (4)

Pindahkanlah hatimu kepada siapa saja yang engkau mau Namun kecintaan (sejati) hanyalah untuk kekasih yang pertama Betapa banyak tempat di bumi yang sudah biasa ditinggali seorang pemuda Namun selamanya kerinduannya selalu kepada tempat yang pertama ia tinggali  

Surat Untuk Nduk (3)

Kubuka jendela media, Ada terlihat semangatmu disana sepertinya kamu lebih baik tak ada cerita yang kau tulis lagi yang ada hanya usaha yang sedang terlihat Aku sudah coba untuk berhenti berdoa sudah kucoba juga untuk berhenti bercerita aku hanya bermaksut untuk menyembuhkan diri minimal sampai aku bisa berdiri lagi Kugantungkan semua doa pada Sang Kuasa … [Read more…]

Surat Untuk Nduk (2)

Berhenti mengetikkan kata melalui daring, Kosong, tak berkomunikasi. Tak ada tanda-tanda keberadaan. Seolah hilang, sekali bersua, memberikan pesan. Aku ada disini..dan aku lebih baik ! Tersembunyi dibalik manekin yang tanpa rupa Didalamnya terus berlari dan berdoa Berharap pada langit layaknya para pendoa Mencoba menegakkan diri diantara sandaran, dengkuran manusia Menemani sepi yang sedang kesepian. Agar … [Read more…]

Surat Untuk Nduk (1)

 Ini pertama kali suratku beronak duri untukmu neng.  Jika aku harus menyebut alasannya satu demi satu, maka akan habislah satu buku.  Biarlah aku singkat saja menjadi dua kalimat pendek.  Kamu payah!  Mimpimu hampir punah! Kamu tentu bertanya apa sebabnya.  Mudah saja, kamu melompat mundur jauh ke belakang.  Bahkan lebih jauh dari lompatan belalang.  Lagi lagi … [Read more…]