Ini pertama kali suratku beronak duri untukmu neng. Jika aku harus menyebut alasannya satu demi satu, maka akan habislah satu buku. Biarlah aku singkat saja menjadi dua kalimat pendek. Kamu payah! Mimpimu hampir punah!
Kamu tentu bertanya apa sebabnya. Mudah saja, kamu melompat mundur jauh ke belakang. Bahkan lebih jauh dari lompatan belalang. Lagi lagi kamu pasti coba gelengkan kepala. itu benar benar bodoh namanya.
Contohlah elang! Berkali kali aku katakan. Pantang surut memundurkan terbang. Jika kamu punya mimpi. Bertahanlah pada gelap. Kamu hanya perlu pelita. Itulah yang dinamakan cinta. jika kamu punya harapan. Berdirilah di tempat terang. Kamu cukup menelisik tanda tanda. Arah yang jelas sudah di depan mata.
Omong kosong dengan membeli waktu. Waktu lebih pandai mengatur dirinya. Lebih baik jika kamu bersekutu dengannya. Ikuti jarumnya. Seperti kamu paham benar kapan waktu sholat tiba.
Karya : Mim Yudiarto
