BOO, 23 JUNI 2017
Tulisan kali ini sebenarnya recover dari tulisan 2 minggu yang lalu yang menceritakan kisah 2 orang mahasiswa yang saling nge-chat sama gebetannya (ceritanya gt). kenapa saya tulis begitu, karena pada tulisan yang 2 minggu itu judulnya berbeda bukan “Jangan Chat” namun judulnya “Sepi Tapi Tak Kesepian” yang mana kurang membahasa tentang cerita mereka berdua. sebut saja dua mahasiswa teladan ini mr. raf dan mr. zi hahaha permintaan dari mereka jangan sampai ketauan nama aslinya. oke deh…
Okey, sebelumnya kita flashback dulu tentang tulisan yang dulu dibuat agar tau alur ceritanya, jadi ceritanya begini :
BOO, 10 JUNI 2017
Minggu, oh iya salah sudah berganti bukan minggu lagi namun sudah hari senin. begitu cepat, waktu berlalu. memang sudah pagi, namun tugas masih belum bisa dipikirkan karena masih capek dan butuh kejernihan pikiran. soalnya seharian ini belum berhenti sama sekali, apalagi tadi baru saja kondangan yang terlambat ke temen satu angkatan kuliah dulu.
Rasanya, sudah pada berumah tangga semua dan saya merasa sudah terlalu tua, hahaha masih sibuk ngurusin kuliah dan mimpi gilanya. entahlah berasa begitu terisolir rasanya ketika ngumpul bersama rekan-rekan yang dulu satu sma. but, its okay saya rasa ini adalah proses, mencoba meyakinkan diri bahwa inilah proses yang harus dilakukan dan dijalani dengan sabar oleh seorang pejuang mimpi, mungkin bukan hanya saya saja yang mengalami hal ini tapi beberapa orang yang sedang menempuh perjalanan seperti saya.
Ketika tuntutan profesi, keilmuan, gelar, akademisi yang harus dicapai membuat saya harus terus belajar, sedangkan yang lainnya sudah berhenti dan mungkin sudah tak ingin belajar, membuat saya menjadi seorang yang terisolasi dan lebih sering menghabiskan waktu berteman dengan teknologi dan pengetahuan. (namun saya masih tetap manusia, yang tetap bersama dengan orang lain juga).
Artikel kali ini sebenarnya kurang begitu jelas, karena saya hanya ingin menulis saja, kenapa judulnya seperti itu ? karena itu menceritakan mengenai kondisi yang sekarang ini, ya kondisi sepi tapi tak kesepian, itu artinya meskipun yang sedang dirasakan sepi namun saya masih punya banyak keluarga di markas ini yang selalu mengharap kedatangan saya disini, menerima saya dan mengajak saya bercanda, berbagi cerita dengan saya dll. hal itulah yang membuat saya tetap merasa nyaman dan merasa tak kesepian.
Namun terlepas dari situ, hal itulah yang membuat saya bersyukur, saya masih bisa tersenyum..
ngomong-ngomong, saya sedang duduk diantara dua orang yang saling berdebat bercerita mengenai mantannya, yang sebelah kanan bercerita dia lagi ngechat mantannya yang sebelah kiri.
Dan yang sebelah kiri bercerita sedang ngechat dengan mantannya yang sebelah kanan, keduanya berdebat satu sama lain. ternyata keduanya memang mantannya itu bersahabat. saling tuduh-tuduhan sana sini, lucu rasanya denger adik-adik itu berdebat mengenai mantannya mereka masing-masing, yang notabene masih kuliah semua.
Hahaha rasanya sudah terlalu tua untuk berfikiran seperti itu, berbeda dengan usia mereka, aku sudah berfikiran mengenai hal lainnya, yaitu lebih ke arah masa depan saya dan keluarga nanti.
hmm, sepertinya saya mau tidur sebentar karena sudah pagi, dan tugas belum selesai, aku harus tidur agar nanti bisa melanjutkan lagi.
Nah, sudah baca kan isinya yang tidak jelas itu, kali ini saya mau terusin lagi, karena tadi endingnya adalah agar bisa melanjutkan lagi. okey, sekarang saya coba untuk lanjutkan..
Sebut saja mr. zi, dia adalah orang yang kurang lebih suka bergelut didunia teknologi khususnya mobile apps, dan suka berorganisasi, salah satunya dengan dedikasinya dia menjadi ketua salah satu organisasi kampus. gayanya memimpin tidak jauh beda dengan angkatan kelasnya yang menjadi contoh, haha jadi inget siapa orangnya. yang tidak lain adalah kakak tingkatnya yang satu jurusan dengan dia, entah apa namun faktanya ketika seorang punya kesukaan yang sama jadinya langsung klop saja.
mr. zi punya seorang yang dia sukai, mungkin bisa saya analisa, dia masih proses memperjuangkan rindunya, ya.. pejuang rindu, itu adalah salah satu pejuang yang mulia, karena dia akan terus berusaha menjadi seorang yang lebih baik untuk mendapatkan itu.
Kita coba bahas mr yang lain, sebut saja mr. fi dia seorang calon konsultan gizi, kelihatannya ketekunan belajarnya mengalahkan seorang yang suka belajar, perawakan berkacamata dan rambut klimis menjadi daya tarik tersendiri untuk anak gadis belasan tahun tetangga. namun dia menolak untuk membalasanya, ya karena belum usianya haha
dia adalah pribadi yang suka usil dengan rekannya, salah satunya rekan sekamanya yaitu mr. zi. keduanya memiliki satu kesamaan, sama-sama punya mantan yang juga temenan. (klo gak salah)
perpisahan hal yang wajar bagi semua orang, namun efek dari perpisahan itulah yang nantinya menimbulkan sedikit guncangan bisa positif atau negatif. namun percayalah, Dia adalah Peristiwa yang direncakan Tuhan, jadi kalau masih sayang ngomongnya sama Tuhan.. cakep.
Kedua mahasiswa satu kamar itu, sering berdebat masalah mantan, kalau gak gt. satu sama lainnya itu membajak handphone, demi mengechat di mantannya tadi, untung aja mantannya pada baik-baik, coba kalau cowoknya galak, udah ditelpon dimaki-maki itu hahaha.
Entah apa lagi yang mau saya tulis, intinya sampai sekarang mereka masih sering usil mengenai saling membajak handphone dan saling mengechat mantannya tanpa sepengetahuan. mr. zi membajak handphone mr. fi untuk mengechat mantan mr fi. mr. fi juga gt, membajak handphone mr. zi untuk mengechat mantannya.
Satu hal yang bisa saya temui hari ini, hidup itu begitu dinamis, semua bisa berubah dengan cepat, waktu, berganti, apapun lambat laun agan berubah, hanya satu yang bisa terus bertahan dan bisa mencapai titik puncak, yaitu orang yang terus belajar, berubah, dan orang yang selalu tekun dalam beribadah dan berdoa. Cukup sekian pesenan tulisannya dari mr. rafi, semoga dia bisa tidur nyenyak malam ini 🙂
Salam.
