Kondisi Top Manajemen yang berubah-ubah (dalam kurun waktu yang berdekatan)
akan membuat strategi dan implementasi Teknologi yang sedang berjalan kehilangan visi dan misi.
Hasilnya, Munculnya resiko keterbengkalainya Implementasi Teknologi pada suatu organisasi / perusahaan tinggi.
Sample Case :
1. Perusahaan A ingin mencapai goals dalam 1 pekan, dengan target yang telah ditentukan.
2. Perusahaan B ingin mencapai goals dalam 1 pekan, dengan target yang telah ditentukan.
3. Perusahaan C ingin mencapai goals dalam 1 pekan, dengan target yang telah ditentukan.
4. Perusahaan D ingin mencapai goals dalam 1 pekan, dengan target yang telah ditentukan.
Jika 4 perusahaan tersebut memiliki goal tersebut (jangka pendek) ingin sama-sama mencapai goals,
diperlukan 1 pekan masing-masing pengerjaan untuk 1 perusahaan.
Namun jika pada beberapa hari saat implementasi pada perusahaan Misal : B, sedang proses, namun ada perubahan
yang cukup banyak untuk requirement (tidak sesuai kondisi awal) pada top management, otomatis waktu yang seharusnya di set 1 pekan. seharusnya akan terganggu.
dan perusahaan B, seharusnya memiliki ekspansi waktu karena adanya ganguan pelebaran requirement pada implementasi perusahaan B.
jika case yang sama terjadi pada semua perusahaan di waktu yang sama, bisa dipastikan. kegagalan sistem dalam semua perusahaan / organisasi terjadi. kecuali ada perpanjangan dan fleksibility waktu yang dilakukan atau re-goal atau revisi lagi.
– Butuh Banyak Belajar
