(Mengutip) BEKAL UNTUK KEHIDUPAN YANG SEBENARNYA.

Kita terlalu sibuk dengan kehidupan di dunia dan lupa dengan kehidupan yang sebenarnya. Firman Allah dalam Al-Qur’an surat At-Takasur, “Bermegah-megahan (membanggakan diri dalam hal banyak anak, harta, jabatan, pengikut, kemuliaan, dan sebagainya) telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.”

Jika anda pejabat, anda bukan pejabat pertama yang mati. Jika anda direktur, anda bukan direktur pertama yang mati. Jika anda engineer, anda bukan engineer pertama yang mati. Jika anda designer, anda bukan designer pertama yang mati. Jika anda founder tech company, anda bukan founder tech company pertama yang mati. Jika anda pebisnis, anda bukan pebisnis pertama yang mati.

Bekal apa yang bisa dibawa untuk kehidupan di akhirat nanti? “Amal kebajikan yang terus menerus,” seperti firman Allah dalam surat Al-Kahfi ayat ke-46. Ada banyak amal kebajikan, termasuk dzikir, mengingat Allah dengan lisan dan hati.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua buah kalimat yang ringan di lisan namun berat di dalam timbangan, dan keduanya dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu ‘Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Silakan bekerja keras dalam menjemput rejeki, tapi jangan lupa mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang sebenarnya di akhirat nanti. Semoga sesibuk apapun kita — saat sedang coding, saat sedang men-design, saat sedang membuat business plan, saat sedang meeting, saat sedang belajar, saat sedang masak, saat apapun, kalimat dzikir bisa selalu membasahi lisan dan memenuhi hati, sehingga saat kita menghadap Sang Pencipta, kita akan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang berat timbangan kebaikannya dan beruntung. Aamiin yaa Allah yaa Rabbal’aalamiin.

Source : Bapak Borrys Hasian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *