Di Ujung Sajadahku.

CGK, 4 Agustus 2017,

Akhir minggu yang cukup melelahkan, dan dipenuhi berbagai cerita yang menarik. minggu ini sangat banyak hal yang berbeda, sehingga tidak terkesan monoton saja. hingga akhirnya saya harus banyak merebahkan badan ditepat tidur karena saya terserang flu, mungkin karena banyak yang harus dikerjakan siang dan malam sehingga badan kecapekan dan drop. saya harus segera dopping agar bisa secepatnya sembuh.

Sudah dari hari rabu saya pulang lebih cepat, lebih cepat dari biasanya bukan berarti yang paling cepat, biasanya saya pulang larut malam pukul 09:00 WIB. Namun kali ini saya habis magrib sudah pulang dan memutuskan untuk tidur.

Kali ini saya menuliskan mengenai judul yang sedikit keren menurut saya sendiri, karena sajadah adalah sesuatu yang sakral. sebagai pengingat kita, sebagai suatu hal yang merupakan tingkat kedekatan kita terhadap Sang Pencipta.

 Hmm.. terlepas dari situ saya punya beberapa cerita, salah satunya tentang bagaimana seorang yang telah lama bekerja diperusahaan memutuskan untuk pergi dari perusahaan / Resign.

  1. Resign

Resign, menurut saya ini adalah suatu keputusan yang diambil oleh beberapa orang pegawai karena sesuatu hal. mungkin karena ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, mungkin karena ingin keluar kota dll. rasanya banyak alasan kenapa seseorang memutuskan untuk resign terlepas apapun itu pastilah dia punya pertimbangan yang sangat matang. hari ini tepatnya saya melihat langsung seorang yang telah lama bekerja untuk perusahaan ini untuk pergi menentukan hidupnya kembali.

     2. Undangan Pernikahan

Lagi-lagi, ada hal yang tidak disangka-sangka, terlepas diatas ada hal yang membuat saya teringat, ya.. undangan dari salah seorang yang sudah lama disini, mungkin orang yang cukup lama hingga dari awal perusahaan ini dibangun sampai sekarang ini, yang mana perusahaan sudah pindah kantor tiga kali. dia datang dengan wajah tersenyum senang dan menyampaikan, mas ini undangan untuk mas. Saya jadi teringat doa saya, saya juga ingin segera memberikan undangan, saya tidak boleh bersedih, karena Allah pasti memberikan waktu tersendiri untuk kita. saya yakin itu. tidak lupa, setiap hari terus berusaha yang terbaik, untuk usahanya, ibadahya, dan sedekahnya. apapun itu yang  membuat kita bisa segera dan mampu untuk melangsungkan pernikahan. Saya lakukan itu.

resign

Dari cerita diatas ada suatu hal yang bisa saya ambil pelajaran, diantaranya. memang kita ditempat ini belajar, berusaha sebaik mungkin untuk diri kita dan juga pastinya untuk memajukan perusahaan, bagi saya loyalitas adalah hal penting, mungkin itu yang saya lakukan selama ini, saya masih yakin. entah hanya mencoba terus meyakinkan diri untuk hal yang seharusnya tidak harus diyakini, atau memang seharunya saya lebih dan lebih realistis lagi.

Sebagai pengingat untuk diri saya sendiri, saya harus punya batasan waktu sampai kapan saya harus melakukan seperti ini setiap hari, jika kita melakukan sesuatu tanpa tenggang waktu, kita tidak akan pernah punya target yang akan dicapai. dan kita tidak akan pernah tau sampai kapan kita akan seperti ini, dan yang paling bahaya kita bisa masuk ke zona nyaman dan tidak berkembang dengan baik.

Namun, saya rasa ini hanyalah emosi ketika saya terlalu capek, saya butuh istirahat dulu. saya ingat betul perkataan ibu saya waktu lalu. dan saya tulis juga di artikel dengna judul, bukan sekedar ego. disitu dijelaskan, setiap orang punya fase dan mimpinya sendiri, jangan terpengaruh dengan tujuan orang lain, kamu punya sesuatu hal yang harus kamu capai, dan masing-masing orang tidaklah sama. Kamu pasti akan melaluinya, namun sabar dulu sekarang, kamu harus melalui semua hal ini dulu dengan tuntas, selesaikan dulu semua tanggungjawab yang telah diberikan, selesaikan apa yang harusnya diselesaikan, ketika semua sudah selesai dengan baik. barulah kamu bisa mikir lebih baik. anggaplah saja kamu sedang belajar dan dibayar disini. cobalah untuk bersyukur dulu.. nak..

Iya, betul juga perkataan ibu saya. yang penting ibadahnya, belajarnya, usahanya, sedekahnya harus dikencengin. itu saja dulu, nabunglah kebaikan dan amal dulu. Allah yang akan siapkan semuanya nantinya. Yakin saja.

Teruslah untuk berusaha, jangan tinggalkan amal baik, teruslah belajar jangan tinggalkan buku, teruslah berdoa jangan pernah tinggalkan sajadahmu, karena keberhasilan sejati itu ada di ujung sajadahmu. 🙂

 Semoga menjadikan saya jadi lebih baik dan juga bisa membantu mengingatkan orang lain dengan ini. Akhir kata, doakan saya semoga bisa cepat membagikan undangan pernikahan ya. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *