Aku bukan editor yang baik, Tuhanku. Tiap malam kuralat Mimpiku dan tetap saja keliru.

Hariku kulalui dengan mengukir cerita.
Cerita yang dibentuk dari imajinasi.
Bermula dari imajinasi, menjadi suatu kompas.
Memberikan arah kemana akan berjalan.
Diiringi Ilmu, doa dan ribuan asa.
Tapi sesekali tersandung,
Membuat Bayangan dari Imajinasi itu kabur.

Tidak,
Kucoba untuk terus berjalan lagi..
Sampai aku bisa menuliskan imajinasi itu.
iya, aku ingin menuliskannya.
dengan sebuah pena, dan kertas yang bagus.
Agar banyak orang bisa membacanya.
Aku tuliskan ceritanya.
Berawal dari Imajinasi yang kucoba.
Menjadikannya cerita untuk anak dan cucuku..
Tapi..

Aku bukan editor yang baik,
Tuhanku. Tiap malam kuralat mimpiku dan tetap saja keliru
.

Bantu aku meluruskannya dengan bacaan Alfatihah-MU
Disetiap tegak berdiri dalam sholatku.
Karena hamba yakin,
Jarak kemenangan adalah antar dahi dan Sajadahku.

Bukankah itu arti sebenarnya dari kemerdekaan ? Kemenangan yang Hakiki dari upaya untuk bisa berdiri sendiri.

Cengkareng, 17 Agustus 2017

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *