Ingin Tahu, Berapa Besar Cinta Dia Kepadamu ? Coba Teliti Pakai Metode Kuantitatif ! (Ketika Cinta Coba diAnalisa)

Sebenarnya ini judul karena tidak sengaja saja, karena mungkin agak sedikit mencari-cari bagaimana cara bisa belajar dengan mudah, nyaman dan menyenangkan. hal itu juga yang dilakukan disalah satu negara di Finlandia, yang terkenal dengan bagaimana seorang bisa belajar dengan menyenangkan, itu akan lebih baik daripada seorang itu belajar dengan cara terbebani, ketika seorang dituntut untuk belajar, namun dia merasa itu adalah suatu hal yang tidak enak dan membosankan berarti ada yang salah dengan metode pembelajarannya.

Dikampus-kampus hebat, sudah menerapkan metode belajar yang harus menyenangkan. dengan menyenangkan hal tersebut menyebabkan seorang yang belajar menjadi nyaman dan suka dengan apa yang dipelajari. bandingkan dengan orang yang merasa terbebani ketika belajar, enak yang mana dan hasilnya baik yang mana ? pastinya yang belajar dengan menyenangkankan.

Sebelum  bicara lebih jauh, kita perlu tahu arti dari metode kuantitatif itu sendiri.

Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam.

Nah, jika sudah tau, sekarang waktunya kita korek-korek apa saja yang ada didalam metode kuantitatif itu.

JILID I – Analisis Keputusan

 Setiap organisasi, baik dalam skala besar maupun kecil, akan mengalami perubahanperubahan kondisi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal organisasi. Dalam menghadapi perkembangan dan perubahan yang terjadi maka diperlukan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dilakukan agar roda organisasi beserta administrasi dapat berjalan terus dengan lancar Pengambilan keputusan tersebut dilakukan oleh seorang manajer atau administrator.
Kegiatan pembuatan keputusan meliputi pengindentifikasian masalah, pencarian alternatif penyelesaian masalah, evaluasi daripada alternatif-alternatif tersebut, dan pemilihan alternatif keputusan yang terbaik. Kemampuan seorang pimpinan dalam membuat keputusan dapat ditingkatkan apabila ia mengetahui dan menguasai teori dan teknik pembuatan keputusan.
Dengan peningkatan kemampuan pimpinan dalam pembuatan keputusan maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang dibuatnya, sehingga akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja organisasi.

Pembuatan keputusan diperlukan pada semua tahap kegiatan organisasi dan manajemen. Misalnya, dalam tahap perencanaan diperlukan banyak kegiatan pembuatan keputusan sepanjang proses perencanaan tersebut. Termasuk juga pengambilan keputusan terhadap sikap wanita yang kita sukai. hihihi

 Keputusan-keputusan yang dibuat dalam proses perencanaan ditujukan kepada pemilihan alternative program dan prioritasnya. Dalam pembuatan keputusan tersebut mencakup kegiatan identifikasi masalah, perumusan masalah, dan pemilihan alternatif keputusan berdasarkan perhitungan dan berbagai dampak yang mungkin timbul. Begitu juga dalam tahap implementasi atau operasional dalam suatu organisasi, para manajer harus membuat banyak keputusan rutin dalam rangka mengendalikan usaha sesuai dengan rencana dan kondisi yang berlaku. Sedangkan dalam tahap pengawasan yang mencakup pemantauan, pemeriksaan, dan penilaian terhadap hasil pelaksanaan dilakukan untuk mengevalusai pelaksanaan dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan.

Hakikatnya kegiatan administrasi dalam suatu organisasi adalah pembuatan keputusan.

Artinya dalam membuat suatu keputusan untuk memecahkan suatu permasalahan yang ditimbulkan dari adanya perubahan-perubahan yang terjadi dalam organisasi dibutuhkan informasi yang cukup baik dari internal maupun eksternal organisasi guna mengambil keputusan yang tepat dan cepat.

Mengkaji masalah pengambilan keputusan secara sistematik maka secara deskriptif urutannya adalah sbb:

(1) melihat bagaimana situasi lingkungan yang melingkupi persoalan pengambilan keputusan yang di buat manusia.
(2) Bagaimana kemampuan manusia untuk menyelesaikan persoalan.
(3) Instuisi
(4) Penilaian keputusan
(5) Lingkungan

Dalam menghadapi lingkungan dengan kecemasan dan kebingungan, manusia memiliki alat yang dapat dimanfaatkan guna mengatasinya dengan:
(1) Kecerdasan ; kecerdasan untuk memahami dan menyusun berbagai tindakan.
(2) Persepsi, merupakan pembelajaran apa yang dilihat dan dialami serta dapat memberikan suatu penilaian.
(3) Falsafah, merupakan pandangan dan prinsip-prinsip hidup yang membuat manusia memiliki preferensi terhadap berbagai hasil yang membuatnya memiliki referensi terhadap berbagai hasil yang diharapkan dapat di peroleh dari suatu keputusan Instuisi. Berkenaan dengan instuisi maka tidak dapat dibicarakan dengan panjang lebar seperti mekanisme kerjanya.

Ciri utama instuisi yang amat adalah kenyataan bahwa logika dari instuisi tidak dapat ditelusuri secara rasional. Dalam pengambilan keputusan yang berdasarkan instuisi sering dijumpai suatu perasaan yang tidak enak dari pihak pengambil keputusan. Sering terjadi setelah mengambil keputusan masih mencari cara lain yang lebih baik untuk dapat merasionalisasikan keputusan yang dibuatnya. Hal ini disebabkan kurang yakinya dengan keputusan yang telah diambil.

[bersambung]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *