Hatiku Sudah Kujual Untuk Beli Sarapan Pagi Ini

Penat Ibukota seakan membuat waktu terlalu cepat, hanya orang yang pintar membagi waktu untuk bisa bertahan dengan baik, hanya saja. waktu lebih pintar untuk mengatur dirinya sendiri.

Tak perlu kita mengajari jarum jam untuk bergerak, dia sudah tahu kapan waktu berjalan dan berhenti. seolah kita harus memahami waktu, mana mungkin ? ikuti saja arah jarumnya seolah kita paham kapan waktu untuk sholat.

Tak usah kau urusi waktumu, urusi saja, amati saja, kapan seharusnya waktu kau sholat, baca itu Alquranmu yang berdebu ! kau terlalu sibuk mengurusi waktu, sampai kau lupa kapan terakhir kau berdoa untuk ibumu.

Pagi yang penuh semangat membakar sebagian kesedihan yang harusnya ada, tapi ini adalah hari yang baru, jadi sudahlah hilangkan apa yang terjadi kemarin dan lakukan yang terbaik hari ini..

Hati tak selamanya senang, tak selamanya sedih. jika kau sedih dengan hatimu kemarin.

Buanglah ! Buanglah saja ! buat apa ? kau simpan ?  jika tak ada tempat yang tepat, maka jual saja hatimu itu untuk beli sarapan pagi ini. setidaknya itu lebih bermanfaat untuk meneruskan hidupmu pagi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *