Ketika Kota Sudah Menjadi Tempat Pencarian Masa Depan
Semua Orang berkumpul menjadi satu
Berada di kapal-kapal yang memiliki arah dan tujuan berbeda-beda
namun mereka punya tujuan yang sama
yaitu sama-sama ingin punya masa depan lebih baik.
Kulihat beberapa dari mereka ada yang ingin terus berkarya
berangkat pagi pulangpun juga malam
tak kehidupan selain dikapal itu.
kusebut itu kapal yang sebenarnya perusahaan
Ketika semua pulang,
Mereka sudah lelah,
Selama diperjalanan
tak jarang yang dipikirkan adalah urusan bisnis
bagamana usaha bisa sukses, meskipun tidak semua seperti itu.
Tapi beruntunglah untuk yang terus beriman,
Tapi beruntunglah yang meniatkan usahanya sebagai cara untuk bermanfaat.
Tapi ada yang terlupa,
waktu yang dihabiskan
membuat mereka lupa
Bahwa ada yang menangis setiap malam
siapa dia ?
Alquran,
setiap malam dia menunggu untuk dibaca
hanya saja dia tahu,
waktu pagi terlalu sempit untuk membaca dia
dia mengerti..mungkin nanti malam setelah pulang
dia menunggu malam tiba
ketika sudah pulang,
dia melihat wajah yang terlalu lelah karena seharian bekerja
dia tidak berharap banyak untuk dibaca
padahal dia sudah membersihkan diri,
sudah menyiapkan diri
Tetapi,
Setiap malam,
dia hanya menjadi pelengkap dari buku islami
ironi..
Tak ingin berharap,
yang dia lakukan hanyalah memperbaiki diri
semoga pada suatu malam dia dibaca
meskipun setiap malam dia masih menangis.
Dia rindu pemiliknya.
*Marilah kita sempatkan membaca Alquran meskipun sesibuk apapun kita, karena kelak yang akan menemani kita dalam hari akhir adalah Dia,
Alquran yang terus kita baca.
