Hancur Lagi

Sepucuk Rindu yang tajam menghujam
lebih tajam dari belati
tak bisa tertahan lagi
namun sayang, waktu tak berpihak

kutelusuri malam
berharap ada jawaban
namun tanpa pijar yang kuat
gersang yang akan didapat

keberjalan lagi
berlari lagi, sedikit berat karena..
aku membawa sejuta rindu
namun sayangnya
rindu itu tak disana, pintu tertutup rapat.

kupejamkan mata
hanya satu utaian doa
yang selalu terpanjatkan
kini sudah hancur
kurapikan sendiri
semua puing-puing ini

kuberharap hujan datang
agar aku bisa meninggalkan payung
agar aku bisa meneteskan air mata
tanpa orang lain tahu.. jika aku sedang menangis.

sesak terasa,
karena bukan hanya hati
tapi seluruh jiwa yang hancur

kini hanya tinggal doa
penyelamat hidup ini
kini…
aku hancur lagi..
kini.. aku berharap untuk bersujud kembali.
CGK, 31/10/2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *