Surat Untuk Nduk (16)

Tak bisa ku tidur, waktu sudah menunjukkan 03:00 WIB dini hari. harusnya aku istirahat karena pagi hari nanti aku harus kembali untuk berkarya. kunyalakan lampu kamarku yang awalnya kupadamkan. kumemikirkanmu, aku mengingatmu dan aku merindukanmu. seharunya aku tak seperti itu, seharunya waktunya kugelar sajadahku untuk memohon ampun atas segala dosaku, memohon kepada Sang Pencipta, bertemu dan bercerita kepadaNYA. bukan malah sibuk dan asyik merindu disini.

Tak apa, kutulis dulu untuk sedikit meninggalkan jejakku dimalam ini, Aku berdoa, semoga kamu selalu dalam keadaan bahagia, yakinlah setelah semua badai yang terjadi telah tiada, tinggalah diriku dan dirimu saling menjaga. semua hal ini menjadikan kita lebih dewasa.

Banyak lirik dan sajak tertulis untukmu, aku tahu kamu tak mau mengaku, aku tahu kamu sudah lama rindu.

Seandainya cinta, tidak harus diungkapkan dengan kata. seandainya cinta ada sejuta cara untuk berikannya.

Kataku sudah habis, aku tak punya kosa kata lagi. yang kupunya hanya satu kata yang mewakili apa yang aku rasakan. yaitu “Rindu”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *